Benarkah Minat Baca di Indonesia Rendah?

0
48

Data hasil survei @kabar_trenggalek bersama Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) dengan jumlah 125 responden menunjukkan bahwa 77,6% responden suka baca, 20,8% biasa saja, dan 1,6% tidak suka baca.

Hasil survei tersebut berbeda jauh dari data UNESCO yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Dalam artian, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca.
Menurut Gol A Gong, Penulis sekaligus Duta Baca Indonesia, berdasarkan pengalamannya, minat baca masyarakat Indonesia sebenarnya cukup tinggi, namun kendala sulitnya akses buku dan distribusi buku yang tidak merata membuat literasi media Indonesia belum meningkat (tempo.co).

Data hasil survei juga menunjukkan bahwa responden lebih banyak mendapatkan buku bacaan mereka dari toko buku, yaitu 29,6% dari toko buku offline dan 28,8% dari toko buku online . Namun, meskipun menurut sebagian besar responden (69,6%) di daerah mereka sudah terdapat toko buku, beberapa dari mereka menyatakan bahwa lokasi toko buku jauh, tidak menarik, dan kurang lengkap.

“Saya harus menempuh perjalanan ke kota jika ingin membeli buku”
“Ada (toko buku) tapi biasanya sulit kita temui buku-buku yang kita cari”
“Ada (toko buku), tapi jumlahnya sedikit, lokasinya jauh dan kurang lengkap”

Masyarakat Indonesia terutama di luar Jawa, khususnya di wilayah Indonesia timur seperti Papua dan Maluku sulit mendapatkan buku, karena minimnya jumlah percetakan dan penerbitan buku berkualitas.

“Sementara membeli buku bermutu berat ongkos kirim, terkadang bahkan biaya kirim buku bisa dua kali lipat dari harga buku, sehingga perlu dukungan politik anggaran untuk meningkatkan minat baca di Indonesia.” – Gol A Gong
“Misalnya mendukung keberadaan usaha penerbitan buku, menyediakan dana untuk pengembangan perpustakaan dan taman baca masyarakat, bahkan jika perlu memberikan subsidi ongkos kirim pembelian buku.” – Gol A Gong

Jadi, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga kesulitan akses buku di daerah kalian?