Kategori
Agenda

Klinik Redaksi PPMI: Membuat Liputan yang Memikat Berbasis Data

Jurnalis cum media dewasa ini dituntut untuk memiliki keterampilan menyampaikan fakta yang menarik. Fakta di lapangan akan lebih memikat kalau didampingi dengan data-data yang akurat. Karena itu, hasil reportase tidak sekadar diceritakan, tetapi juga ditampilkan. Hal ini selain memudahkan pembaca dalam memahami peristiwa, juga untuk menjangkau skala pembaca yang lebih luas. Tugas jurnalis adalah membuat peristiwa penting menjadi menarik dan relevan.

Data dapat menjadi sumber jurnalisme data, atau dapat menjadi alat yang digunakan untuk menceritakan kisah—atau dapat menjadi keduanya. Seperti narasumber apa pun, itu harus diperlakukan dengan skeptis; dan seperti alat apa pun, kita harus sadar bagaimana itu dapat membentuk dan membatasi cerita yang dibuat dengannya,” kata Paul Bradshaw, Akademisi Birmingham City University.

Selain itu, Simon Rogers, Founder Guradian Data Blog, bilang bahwa menggunakan data untuk menceritakan kisah dengan cara terbaik, menggabungkan teknik jurnalisme terbaik: termasuk visualisasi, penjelasan singkat, dan teknologi terkini. Itu harus terbuka, dapat diakses, dan mencerahkan.

Daftar dan ikuti kegiatan ini yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 26 Maret 2023

Pukul: 16.00 WIB-Selesai

Tempat: Ruang Virtual Zoom

Registrasi: Bit.ly/DaftarKRLiputanDataPPMI

Acara ini terbuka untuk umum, ya!

Kategori
Riset Siaran Pers

Represi terhadap Pers Mahasiswa Periode 2020-2021 Berdasarkan Provinsi dan Kampus

Kekerasan terhadap pers mahasiswa di Indonesia terus berulang, baik di dalam atau luar akmpus. Fenomena ini merupakan dampak dari tidak adanya integritas kampus untuk menjunjung kebebasan akademik sekaligus nihilnya pengakuan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat.

Dalam catatan kasus PPMI periode 2020-2021 terjadi 185 represi yang dialami pers mahasiswa. Pelaku represi mayoritas adalah kampus dengan jumlah 48 kasus. Baca selengkapnya catatan kasus pada tautan berikut: Catatan Kasus Represi terhadap Pers Mahasiswa Periode 2020-2021

Berikut ini adalah daftar represi yang dialami pers mahasiswa periode 2020-2021 berdasarkan kampus dan wilayah (provinsi).

Sementara itu, berikut ini adalah kampus yang menjadi pelaku utama represi terhadap pers mahasiswa. Dalam catatan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional, dalam satu perguruan tinggi/kampus bisa terdapat 1-4 Lembaga Pers Mahasiswa, baik di tingkat program studi/fakultas/universitas. Oleh karena itu, represi di dalam kampus bisa menimpa 1-4 LPM tersebut. Sebaran kasus ini didominasi oleh kampus yang berada di Pulau Jawa.

Kategori
Agenda

Media Siber: Bagaimana Pers Mahasiswa Beradaptasi?

Periode 2020-2021 ada 21 pers mahasiswa yang dipaksa untuk menurunkan berita alias take down oleh kampus/mereka yang tidak suka dengan pemberitaan. Beberapa kasus yang didampingi PPMI, pers mahasiswa tidak mengetahui bagaimana memitigasi, pedoman media siber, dan merespons kejadian semacam ini.

Kondisi ini jelas harus segera disikapi. Beberapa pers mahasiswa yang sudah mulai beralih dari media cetak ke media daring harus mengetahui bagaimana pedoman media siber di Indonesia. Selain itu, mengetahui mitigasi risiko dalam melakukan langkah ini juga penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, klinik redaksi bertajuk Media Siber: Bagaimana Pers Mahasiswa Harus Beradaptasi? ini dilaksanakan.

Daftar dan ikuti kegiatan ini pada:

Hari/Tanggal: Senin, 20 Maret 2023

Pukul: 18.30 WIB-Selesai

Tempat: Ruang Virtual Zoom/Youtube PPMI

Registrasi: http://bit.ly/DaftarKRMediaSiberPPMI

Narahubung: +62 823-9714-0215

Kategori
Riset

Relevansi dan Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Pers Mahasiswa

Pers mahasiswa dinilai ‘masih cukup’ untuk menjadi media alternatif mahasiswa. Hal ini dapat ditunjukan dari penilaian terhadap beberapa aspek, seperti eksistensi, kepercayaan, transparansi, kualitas produk, dll.

Sebelumnya, Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Poros Universitas Ahmad Dahlan, Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa Balairung Universitas Gadjah Mada, dan LPM Progress Universitas Indraprasta (Unindra) telah melakukan survei bertajuk Tingkat Kepercayaan terhadap Pers Mahasiswa. Survei ini dilakukan pada 4 sampai 11 Februari 2022 dengan 165 responden yang berpartisipasi. Adapun, responden ini tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi sebagain kecil reponden berasal dari kalangan non-mahasiswa. Hasil survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 7.60 persen.

Dalam penelitian ini, Tim Kolaborasi merumuskan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  1. Sejauh mana tingkat kepercayaan mahasiswa terhadap pers mahasiswa?
  2. Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap relevansi pers mahasiswa sebagai media alternatif?
  3. Dalam hal apa dan sejauh mana pers mahasiswa memberikan pengaruh bagi wawasan mahasiswa?

Bagaimana hasil selengkapnya dari survei ini, baca selengkapnya pada tautan berikut: https://suaramahasiswa.com/tingkat-kepercayaan-terhadap-pers-mahasiswa-dan-relevansinya-pada-masa-kini

Sumber gambar: Istimewa

Kategori
Agenda

Bincang Virtual: Urgensi Ruang Aman untuk Kebebasan Berekspresi di Lingkungan Akademik

UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) Pasal 14 

Ayat (1), “Mahasiswa mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan dirinya melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses Pendidikan.”

Akan tetapi, dalam implementasi aturan tersebut masih jauh dari realita yang ada. Berbagai serangan terhadap sivitas dan aktivitas akademik dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. Sebagai pers mahasiswa, seringkali mengalami serangan dalam melakukan kerja jurnalistiknya. 

Oleh karena itu, BP Litbang PPMI Nasional mengadakan Bincang Virtual: Urgensi Ruang Aman untuk Kebebasan Berekspresi di Lingkungan Akademik pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 5 Maret 2023

Pukul: 16.00-selesai

Tempat: Live Instagram @persmahasiswa

Kategori
Agenda

Klinik Redaksi PPMI: Jurnalisme Investigasi untuk Pers Mahasiswa

Liputan yang berkualitas sejatinya adalah liputan yang berdampak bagi publik. Tentu, liputan ini tidak bisa ditempuh dengan cara-cara biasa alias seperti liputan kilas atau berita straight news, tetapi harus dilakukan dengan jurnalisme investigasi.

Pers mahasiswa–begitu julukan bagi sekelompok jurnalis mahasiswa yang idealis–sudah semestinya menjadikan jurnalisme investigasi untuk menghasilkan berita yang berkualitas cum bermutu. Ada dugaan persekongkolan jahat di perguruan tinggi dan kaitannya dengan menguatnya oligarki yang harus dibongkar. Tidak mudah memang untuk memulai, tetapi tidak ada salahnya mencoba. Kekuatan pers mahasiswa ada di tradisi membaca, berdiskusi, dan menulis.

Karena itulah, Klinik Redaksi PPMI: Jurnalisme Investigasi untuk Pers Mahasiswa bersama Jaring.id/GIJN ini diselenggarakan. Daftar dan ikuti kegiatan ini pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 08 Maret 2023

Pukul: 18.30 WIB-selesai

Tempat: Ruang Virtual Zoom

Registrasi: http://bit.ly/KlinikRedaksiInvestigasiPPMI

Terima kasih. Salam pers mahasiswa!

Kategori
Agenda

Klinik Advokasi PPMI: UU Pers dan Mitigasi Risiko untuk Pers Mahasiswa

Meski ada banyak kasus represi yang dialami pers mahasiswa, mereka tidak boleh hanya sekadar menjadi humas kampus. Apalagi, sampai berhenti menjalakan fungsi pers di kampus atau di luar kampus. Oleh karena itu, sangat penting bagi pers mahasiswa untuk mahami hak dan kewajiban mereka sebagai pers, terlebih melakukan mitigasi risiko kerja-kerja mereka juga harus dilakukan. Baik mitigasi risiko/ancaman kekerasan fisik, psikososial, atau pun digital.

Daftar dan ikuti kegiatan Klinik Advokasi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia ini pada:

Hari/Tanggal: Rabu, 01 Maret 2023

Pukul: 18.30 WIB-selesai

Registrasi: bit.ly/IkutKlinikAdvokasiPPMI

Narahubung: 082397140215 (Aksan-BP Jaker PPMI Nasional)

Kategori
Agenda

Parade Konflik Agraria: Pers Mahasiswa Bisa Apa?

Konflik agraria yang mencuat akhir-akhir ini harus segera disikapi. Pers mahasiswa sudah semestinya melayani kepentingan publik dan kelompok tertindas. Selain menjalankan fungsi pers, pers mahasiswa sudah selayaknya menjalankan fungsi advokasi. 

Daftar dan ikuti kegiatan Bincang Advokasi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) ini pada: 

Hari/Tanggal: Minggu, 26 Februari 2022

Pukul: 18.30-selesai

Registrasi: bit.ly/IkutBincangAdvokasiPPMI

Narahubung: 

082397140215 (Aksan-BP Jaringan Kerja PPMI Nasional)

Kategori
Agenda

Bagaimana Meliput Isu Perempuan dan Kelompok Rentan?

Meliput isu perempuan dan kelompok rentan tidak sekadar reportase, menulis, dan memberitakan. Jurnalis—dalam hal ini Pers Mahasiswa—harus memiliki perspektif dan keberpihakan, terutama terhadap kelompok rentan. 

Dalam catatan PPMI, masih ada pers mahasiswa yang memberitakan kelompok rentan dengan judul dan yang memicu diskriminasi dan kekerasan. Fenomena ini jelas tidak boleh dibiarkan. Oleh karena itulah, acara ini dilaksanakan. 

Daftar dan ikuti kegiatan Klinik Redaksi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) ini pada: 

Hari/Tanggal: Jumat, 24 Februari 2022

Pukul: 18.30-selesai

Registrasi: bit.ly/DaftarKlinikRedaksiPPMI

Narahubung:  082397140215 (Aksan-BP Jaringan Kerja PPMI Nasional)

Kategori
Agenda

Bincang Advokasi: Pers dan Aktivisme Mahasiswa

Konsolidasi elite sudah masuk ke ruang akademik alias kampus. Ancaman terhadap kebebasan akademik dan menguatnya oligarki kian nyata. Bagaimana pers mahasiswa–kerja pers dan aktivisme mahasiswa–mengambil peran?

Meski ada banyak kasus represi yang dialami pers mahasiswa, mereka tidak boleh hanya sekadar menjadi humas kampus. Sebab, masalah jurnalistik tidak sekadar mencari, menulis, dan mengedarkan berita, tetapi ada hak publik untuk mendapatkan informasi di sana. Ada dugaan persekongkolan atas hajat hidup orang banyak yang harus ditelusuri dan dibongkar.

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal: Sabtu, 18 Februari 2022

Pukul: 18.30-selesai

Registrasi: bit.ly/BincangAdvokasiPPMI